Jumat, 09 Oktober 2015

MINDA

Teringat saya dengan pelajaran SMA. Sebuah kata bisa memiliki arti yang berbeda jika digunakan dalam konteks yang berbeda.

Kata "BISA" dapat bermakna "MAMPU" seperti dalam konteks kalimat "Andi BISA mematahkan besi".

Kata "BISA" dapat bermakna "RACUN" seperti dalam konteks kalimat "BISA ular itu mematikan".

Jadi....kata "BISA" memiliki dua arti tergantung konteks kalimat.

Saya kembali teringat dengan pelajaran bahasa ini karena belakangan saya tertarik mencari padanan penjelasan mengenai arti kata QALB, RUH, AQL menurut Al Ghazali. Dan betapa indahnya saat ternyata penjelasan itu semakin menguatkan pendapat ustadz Hussien, jika kita mengerti konteksnya.

Menurut Al Ghozali, seperti ilustrasi di atas tadi, kata QALB, AQL, RUH bisa memiliki dua arti. Tergantung konteks kalimat.

=============================

QALB, dalam pengertian PERTAMA (fisik) maksudnya adalah jantung.

QALB, dalam pengertian kedua (immaterial) maksudnya adalah sesuatu yang halus, di dalam diri manusia, yang bisa mengerti hakikat sesuatu / "lathifah Rabbaniyah". (ini ditranslate dalam bahasa melayu oleh ustadz menjadi "MINDA")

=============================

AQL, dalam pengertian pertama berarti 'knowledge' itu sendiri, atau maksudnya 'buah fikiran'.

AQL, dalam konteks kedua digunakan untuk menggambarkan entitas immaterial di dalam diri manusia yang menampung atau yang memahami pengetahuan itu. Berarti semakna dengan lathifah Rabbaniyah. Atau dalam bahasa ustadz Hussien disebut MINDA

=============================

RUH, kadangkali digunakan dalam konteks untuk menceritakan sesuatu yang mengalir di dalam diri manusia, yang membuat jasad menjadi hidup, seumpama listrik, atau seumpama lampu menerangi ruangan. (sesuatu yang memberi daya hidup pada jasad ini diistilahkan bahasa melayu ust. Dengan NYAWA).

RUH, kadangkali digunakan dalam konteks kedua, menggambarkan sesuatu yang disusupkan ke dalam diri manusia, menjadi fakultas ilmu, dan pengetahuan manusia mengenai ini sangat sedikit. Semakna dengan lathifah Rabbaniyah tadi. Yaitu MINDA.

=============================

JADI... Setiap kali kata QALB, AQL, RUH digunakan, tetapi dia menjelaskan konteks mengenai sesuatu yang ada dalam diri manusia, immaterial, mengerti hakikat sesuatu, memahami, berarti maksudnya adalah MINDA itu tadi. Lathifah Rabbaniyah. Meskipun menggunakan kata berbeda, tapi maksudnya satu: Sang pengamat. Sing nyawang. Atau apapun istilah bahasa menyebutnya.

Sang PENGAMAT atau lathifah Rabbaniyah alias MINDA inilah yang mengingati Allah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar