Kamis, 31 Maret 2016

Berlari n berjalan ke Allah

Meneruskan, sebuah renungan yg bagus tentang kapan kita hendaknya berlari, berlomba, bersegera ataupun berjalan.
Semoga bermanfaat:

(1). URUSAN Berdzikir (Sholat), perintahnya adalah “Berlarilah!”

“Wahai orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan sholat Jum’at, maka BERLARILAH kalian MENGINGAT Allah dan tinggalkanlah jual beli.”
(QS. Al-Jum’ah : 9)

(2). URUSAN Melakukan Kebaikan, perintahnya adalah “Berlombalah!”

“Maka BERLOMBA-LOMBALAH dalam berbuat KEBAIKAN.”
(QS. Al-Baqarah : 148)

(3). URUSAN Meraih Ampunan, perintahnya adalah “Bersegeralah!”

“Dan BERSEGERALAH kamu menuju AMPUNAN dari Tuhanmu dan menuju SURGA…”
(QS. Ali Imron : 133)

(4). URUSAN Menuju Allah, perintahnya adalah “Berlarilah dengan cepat!”

“Maka BERLARILAH kembali ta’at kepada ALLAH.”
(QS. Adz-Dzaariyat : 50)

(5). TAPI... URUSAN Menjemput Rizki (Duniawi), perintahnya HANYA “Berjalanlah!”

“Dialah yang menjadikan bumi mudah bagimu, maka BERJALANLAH di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari RIZKI-Nya.”
(QS. Al-Mulk : 15)‎

Semestinya kita memahami, kapan kita perlu BERLARI, atau menambah kecepatan lari kita, atau bahkan CUKUP BERJALAN saja.

Jangan-jangan, selama ini kita merasa lelah, karena MALAH berlari mengejar dunia yang seharusnya CUKUP DENGAN BERJALAN...

Baarakallahu fiikum

Makrifatullah abs

Syekh Arrazi mengantarkan kita menuju Allah azza wajalla, Perjalanan Jauh menuju yang sangat dekat. Akal dan pikiran tidak mampu menembus wilayah Allah, kecuali hanya pada batasan Hijab yang sangat tipis, namun walaupun sangat tipis aqal tidak mampu mendekat sehingga terlempar pada jarak yang tidak ada batas. Keberadaannya tidak dapat ditempuh oleh ilmu pengetahuan, tidak juga oleh akal dan pikiran, kita hanya diperintahkan sadar bahwa Allah sangat dekat dan keberadaannya sangat lembut latif dan khabir. Ia tidak bisa dijangkau oleh mata tetapi Allah yang menjangkau keberadaan dirimu, dan Dia sangat lembut dan pemberi berita ( al ayat) tugas kita hanya diam untuk merasakan tarikan perjalanan menuju dzat, kita akan dihantar oleh ilmu, namun pada batasan puncak ilmu kita akan terhenti diam atau wukuf karena ilmu tidak mampu menjangkau keadaan dibalik hijab, sehingga terasa makasta wa sakana, diam dan tenang.   Pada keadaan wukuf atau terdiam ini kita hanya diperintahkan menunggu tarikan ruuh menuju yg bukan alam, bukan disini, dan bukan yang disana,bukan dibalik alam bukan didalam alam,tetapi Ia disini,didalam hati orang mukmin yg lunak dan tenang. Wilayah inilah tempat percakapan Allah dengan hambanya silatun waliqaun baina 'abdi wa robbi jika engkau tidak mampu merasakan keberadaan ini maka engkau akan terlempar jauh, bersama Iblis laknatullah yg keadaannya juga berada " disini",berupa kegelisahan, kesedihan, kemunafikan dan kefujuran lainnya, wanafsin wama sauwwah faal hamaha fujuroha wataqwaha. Keduanya berada " disini" dihati ini. Sungguh beruntung orang yg membersihkan jiwanya,qad aflaha mandzakkaha... Amalkan ilmu ini sampai engkau terbuka hijab melihat Dzat yg sangat dekat.

Makrifatullah

Syekh Arrazi mengantarkan kita menuju Allah azza wajalla, Perjalanan Jauh menuju yang sangat dekat.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintahKu) dan hendaklah mereka "Iman" kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Surat Al-Baqarah 186)

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya (Surat Qaf 16)

أَلَا إِنَّهُمْ فِي مِرْيَةٍ مِنْ لِقَاءِ رَبِّهِمْ ۗ أَلَا إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطٌ
Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu. (Surat Fussilat 54)

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطًا
Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan Allah Maha Meliputi segala sesuatu. (Surat An-Nisa' 126)

Akal dan pikiran tidak mampu menembus wilayah Allah, kecuali hanya pada batasan Hijab yang sangat tipis, namun walaupun sangat tipis aqal tidak mampu mendekat sehingga terlempar pada jarak yang tidak ada batas.

Keberadaannya tidak dapat ditempuh oleh ilmu pengetahuan, tidak juga oleh akal dan pikiran, kita hanya diperintahkan sadar bahwa Allah sangat dekat dan keberadaannya sangat lembut latif dan khabir.

لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ ۖ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ
Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (Surat Al-An'am 103)

Ia tidak bisa dijangkau oleh mata tetapi Allah yang menjangkau keberadaan dirimu, dan Dia sangat lembut dan pemberi berita (al ayat) tugas kita hanya diam untuk merasakan tarikan perjalanan menuju dzat, kita akan dihantar oleh ilmu, namun pada batasan puncak ilmu kita akan terhenti diam atau wukuf karena ilmu tidak mampu menjangkau keadaan dibalik hijab, sehingga terasa makasta wa sakana, diam dan tenang.  

Pada keadaan wukuf atau terdiam ini kita hanya diperintahkan menunggu tarikan ruuh menuju yg bukan alam, bukan disini, dan bukan yang disana, bukan dibalik alam bukan didalam alam,tetapi Ia disini, didalam hati orang mukmin yg lunak dan tenang.

Wilayah inilah tempat percakapan Allah dengan hambanya silatun waliqaun baina 'abdi wa robbi jika engkau tidak mampu merasakan keberadaan ini maka engkau akan terlempar jauh, bersama Iblis laknatullah yg keadaannya juga berada "Disini", berupa kegelisahan, kesedihan, kemunafikan dan kefujuran lainnya, wanafsin wama sauwwaha fa alhamaha fujuroha wataqwaha.

Keduanya berada "disini" dihati ini. Sungguh beruntung orang yg membersihkan jiwanya, qad aflaha mandzakkaha...

Amalkan ilmu ini sampai engkau terbuka hijab melihat Dzat yg sangat dekat.

Ya Rabb... Jazakumullah Khairan Manfa'ah walbarakah Ust. Abu Sangkan 🙏

Rabu, 30 Maret 2016

Orang baik dan menteri kebaikan

Copas:
❄🍥❄🍥❄🍥❄🍥❄
Sebuah Renungan..

ORANG BAIK BANYAK TEMAN, PENYERU KEBAIKAN BANYAK MUSUH 

Untaian Hikmah nan Indah

ما الفرق بين الصالح والمصلح ؟

Apa bedanya Orang Baik (Shalih) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)..?

الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره.

Orang Baik, melakukan kebaikan untuk dirinya.
Sedangkan Penyeru Kebaikan (Muslih) mengerjakan kebaikan utk dirinya dan orang lain..

الصالح  تحبُه الناس. والمصلح تعاديه الناس .

Orang Baik, dicintai manusia..
Penyeru Kebaikan dimusuhi manusia..

لماذا !!!؟
Koq gitu...?!?!

الحبيب المصطفى(صلى الله عليه وسلم) قبل البعثة أحبه قومه  لأنه صالح .

Rosululloh SAW sebelum diutus, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah orang baik..

ولكن لما بعثه الله تعالى صار مصلحًا فعادوه وقالوا ساحر كذاب مجنون.

Namun ketika Alloh ta'ala mengutusnya sebagai Penyeru Kebaikan, kaumnya langsung memusuhinya dengan menggelarinya; Tukang sihir, Pendusta, Gila..

ما السبب ؟
لأن المصلح يصطدم بصخرة
أهواء من يريد أن يصلح من فسادهم .

Apa sebabnya..?
Karena Penyeru Kebaikan 'menyikat' batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan..

ولذا أوصى لقمان ابنه بالصبر حين حثه على الإصلاح لأنه سيقابل بالعداوة.

Itulah sebabnya kenapa Luqman menasihati anaknya agar BERSABAR ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan..

( يا بني أقم الصلاة وأمر بالمعروف وانهَ عن المنكر واصبر على ما أصابك )

Hai anakku tegakkan sholat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabarlah atas apa yang menimpamu..

قال أهل الفضل والعلم : مصلحٌ واحدٌ أحب إلى الله من آلاف الصالحين ،

Berkata ahli ilmu:
Satu penyeru kebaikan lebih dicintai Alloh daripada ribuan orang baik...

لأن المصلح يحمي الله به أمة ،والصالح يكتفي بحماية نفسه .

Karena melalui penyeru Kebaikan itulah Alloh jaga umat ini..
Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri...

فقد قال الله عزَّ و جلَّ في محكم التنزيل :

Alloh SWT berfirman :

( وَمَا كَانَ رَبُّكَ  لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُون َ).

"Dan tidaklah Tuhanmu membinasakan satu negeri dengan zalim padahal penduduknya adalah penyeru kebaikan.."

ولم يقل صالحون ...

Alloh tidak berfirman;
"...Orang Baik (Sholih)"

كونوا مصلحين ولا تكتفوا بأن تكونوا صالحين.

Maka jadilah PENYERU KEBAIKAN, jangan merasa puas hanya sebagai ORANG BAIK saja...

بارك الله لناو لكم جميعا ( kholid)
❄🍥❄🍥❄🍥❄🍥❄

Selasa, 29 Maret 2016

Akhlak Nasehat

☘☘☘ Renungang pagi🌞🌞🌞
Harun ibn ‘Abdillah, seorang ulama ahli hadits yang juga pedagang kain di kota Baghdad bercerita:

Suatu hari, Saat malam beranjak larut, pintu rumahku di ketuk. “Siapa..?”, tanyaku.

“Ahmad”, jawab orang diluar pelan.

“Ahmad yang mana..?” tanyaku makin penasaran.

“Ibn Hanbal”, jawabnya pelan.

Subhanallah, itu guruku..!, kataku dalam hati.

Maka kubuka pintu. Kupersilakan beliau masuk, dan kulihat beliau berjalan berjingkat, seolah tak ingin terdengar langkahnya.

Saat kupersilakan untuk duduk, beliau menjaga agar kursinya tidak berderit mengeluarkan suara.

“Wahai guru, ada urusan yang penting apakah sehingga dirimu mendatangiku selarut ini..?”

“Maafkan aku ya Harun… Aku tahu biasanya engkau masih terjaga meneliti hadits selarut ini, maka aku pun memberanikan diri mendatangimu. Ada hal yang mengusik hatiku sedari siang tadi.”

Aku terkejut. Sejak siang..? “Apakah itu wahai guru?”

“Mmmm begini…” suara Ahmad ibn Hanbal sangat pelan, nyaris berbisik.

“Siang tadi aku lewat disamping majelismu, saat engkau sedang mengajar murid-muridmu. Aku saksikan murid-muridmu terkena terik sinar mentari saat mencatat hadits-hadits, sementara dirimu bernaung di bawah bayangan pepohonan.

Lain kali, janganlah seperti itu wahai Harun. Duduklah dalam keadaan yang sama sebagaimana murid-muridmu duduk..!”

Aku tercekat, tak mampu berkata…

Maka beliau berbisik lagi, mohon pamit, melangkah berjingkat dan menutup pintu hati-hati.

Masya Allah… Inilah guruku Ahmad ibn Hanbal, begitu mulianya akhlak beliau dalam menyampaikan nasehat.

Beliau bisa saja meluruskanku langsung saat melintasi majelisku. Tapi itu tidak dilakukannya demi menjaga wibawaku dihadapan murid-muridku.

Beliau juga rela menunggu hingga larut malam agar tidak ada orang lain yang mengetahui kesalahanku.

Bahkan beliau berbicara dengan suara yang sangat pelan dan berjingkat saat berjalan, agar tidak ada anggota keluargaku yang terjaga.

Lagi-lagi demi menjaga wibawaku sebagai imam dan teladan bagi keluargaku.

Teringat perkataan Imam Asy Syafi’i:

“Nasehati aku saat sendiri, jangan di saat ramai dan banyak saksi. Sebab nasehat ditengah khalayak, terasa hinaan yang membuat hatiku pedih dan koyak; Maka maafkan jika hatiku berontak…”

Minggu, 27 Maret 2016

Orang Baik

KENAPA ORANG BAIK SERING TERSAKITI?
Karena orang baik selalu mendahulukan orang lain. Dalam semesta kebahagiaannya, ia tidak menyediakan untuk dirinya sendiri, kecuali hanya sedikit.

KENAPA ORANG BAIK SERING TERTIPU?
Karena orang baik selalu memandang orang lain tulus seperti dirinya. Ia tidak menyisakan sedikitpun prasangka bahwa orang yg ia pandang penyayang mampu mengkhianatinya

KENAPA ORANG BAIK SERING DI HINA?
Karena orang baik tak pernah diberi kesempatan membela dirinya. Ia hanya harus menerima, meski bukan ia yg memulai perkara.

KENAPA ORANG BAIK SERING MENETESKAN AIR MATA?
Karena orang baik tidak ingin membagi kesedihan. Ia terbiasa mengobati sendiri lukanya, Dan percaya bahwa suatu masa Allah akan mengganti kesedihannya dg kebahagiaan.

TAPI, KENAPA ORANG BAIK TAK PERNAH MEMBENCI YANG MELUKAINYA?
Karena orang baik selalu memandang bahwa di atas semua, Allah-lah hakikatnya. Jika Allah yang mengarahkan gerak gerik hidupnya, bagaiman ia akan mendebat kehendak-Nya.
Itulah sebabnya orang orang baik tidak memiliki dendam dalam kehidupannya.

Semoga Allah terus memudahkan & menguatkan kita semua dan anak keturunan kita, menjadi orang orang yg baik. Yang terus tekun belajar berbagi kebaikan dan mencoba menyinari semesta disekitar walaupun baru mampu dg cahaya yg kecil sekalipun. Aamiin..

Jumat, 25 Maret 2016

Sholat lahir bathin

Nukilan dari kitab Alkhusyu fi Sholah. Bab. Sholat penyejuk mata.

 الصلاة لها ظاهر وباطن:
Sholat itu memiliki 2 sisi, yaitu dzohir dan bathin.

فظاهرها الأفعال المشاهدة والأقوال المسموعة،
Dhohirnya adalah pekerjaan sholat yg bisa dilihat dan bacaan sholat yg bisa didengar.

وباطنها الخشوع والمراقبة، وتفريغ القلب لله والإقبال بكُليَّته على الله فيها بحيث لا يلتفت قلبه عنه إلى غيره،
Sedangkan bathinnya adalah Alkhusyu dan merasa diawasi Allah, serta mengosongkan "HATI" hanya untuk Allah, dan secara total menghadap Allah didalam sholatnya, kemudian "HATI"nya secara total tanpa menoleh sedikipun kepada yg lain kecuali kepada Allah.

فهذا بمنزلة الروح لها والأفعال بمنزلة البدن،
Seperti inilah kondisi nya rang sholat yg disebut dengan tingkatan ruhani. Sedangkan gerakan2 sholatnya disebut tingkatan Badani atau Jasmani.

فإذا خلت من الروح كانت كبدن لا روح فيه،
Jika sholat itu kosong dari ruhani maka seseorang ibarat memiliki badan tanpa ruh.

أفلا يستحي العبد أن يواجه سيده بمثل ذلك
Apakah tidak malu seorang hamba ketika menghadap tuan nya dalam kondisi seperti itu.