Senin, 06 Oktober 2014

Fi sabilillah

Sejenak Pagi :
Alhamdulillah hari senin telah muncul lagi.
Mari semangat hidup, semangat bekerja, semangat menjemput Rezeki Alloh.

Hadits Rasululloh : "Telah lewat seorang laki-laki dihadap Rasululloh, maka para sahabat melihat kegagahannya dan giatnya dalam bekerja. Kemudian mereka bertanya: apakah ini termasuk fisabilillah? Maka bersabda Rasululloh : sesungguhnya kalau dia bekerja untuk anaknya yang masih kecil, maka itu termasuk fisabilillah, dan sesungguhnya jika dia bekerja untuk kedua orang tuanya dan kakeknya maka itu termasuk fisabilillah, dan jika ia bekerja untuk mencukupi dirinya sendiri, maka itu fisabilillah, dan jika ia bekerja untuk mencari kemegahan dan kemewaan maka dai berada di jalan syetan"

Firman Alloh dlm srt Al Taubah ayat 105 : "Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, Maka Alloh & rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Alloh) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang Telah kamu kerjakan"

Dalam srt az-Zumar ayat 39 : "Katakanlah: Hai kaumku, bekerjalah sesuai dg keadaanmu masing2. Sesungguhnya akupun bekerja, mk kelak kamu akan mengetahui".

Semoga hari ini dstnya Alloh senantiasa melindungi, memberikan petunjuk ke jln yg lurus & benar, membarokahi & meridhoi langkah kita, aamiin.

Salam sukses selalu, bersama Alloh Bisa & tersolusikan.



Kamis, 18 September 2014

Macam2 Rezeki

[7:51 19/09/2014] Fuadi Dupak: Unggah Seluler - TAHUKAH ANDA

BERAPAKAH GAJI KHALIFAH ISLAM?

Ketika diangkat sebagai khalifah, tepat sehari sesudahnya Abu Bakar r.a. terlihat berangkat ke pasar dengan barang dagangannya. Umar kebetulan bertemu dengannya di jalan dan mengingatkan bahawa di tangan Abu Bakar sekarang terpikul beban kenegaraan yang berat. "Mengapa kau masih saja pergi ke pasar untuk mengelola bisnis? Sedangkan negara mempunyai begitu banyak permasalahan yang harus dipecahkan?" sentil Umar.

Mendengar itu, Abu Bakar tersenyum. "Untuk mempertahankan hidup keluarga," ujarnya singkat. "Maka aku harus bekerja."

Kejadian itu membuat Umar berpikir keras. Maka ia pun, bersama sahabat yang lain berkonsultasi dan menghitung pengeluaran rumah tangga khalifah sehari-hari. Tak lama, mereka menetapkan gaji tahunan 2,500 dirham untuk Abu Bakar, dan kemudian secara bertahap, belakangan ditingkatkan menjadi 500 dirham sebulan. Jika dikonversikan pada rupiah, maka gaji Khalifah Abu Bakar hanya sebesar Rp. 72 juta dalam setahun, atau sekitar Rp 6 juta dalam sebulan. Sekadar informasi, nilai dirham tidak pernah berubah.

Meskipun gaji khalifah sebesar itu, Abu Bakar tidak pernah mengambil seluruhnya gajinya. Pada suatu hari istrinya berkata kepada Abu bakar, "Aku ingin membeli sedikit manisan."
Abu Bakar menyahut, "Aku tidak memiliki wang yang cukup untuk membelinya."

Istrinya berkata, "Jika engkau ijinkan, aku akan mencoba untuk menghemat wang belanja kita sehari-hari, sehingga aku dapat membeli manisan itu."

Abu Bakar menyetujuinya.

Maka mulai saat itu istri Abu Bakar menabung sedikit demi sedikit, menyisihkan wang belanja mereka setiap hari. Beberapa hari kemudian wang itu pun terkumpul untuk membeli makanan yang diinginkan oleh istrinya. Setelah wang itu terkumpul, istrinya menyerahkan wang itu kepada suaminya untuk dibelikan bahan makanan tersebut.

Namun Abu Bakar berkata, "Nampaknya dari pengalaman ini, ternyata wang tunjangan yang kita peroleh dari Baitul Mal itu melebihi keperluan kita." Lalu Abu bakar mengembalikan lagi wang yang sudah dikumpulkan oleh istrinya itu ke Baitul Mal. Dan sejak hari itu, wang tunjangan beliau telah dikurangi sejumlah wang yang dapat dihemat oleh istrinya.

Pada saat wafatnya, Abu Bakar hanya mempunyai sebuah sprei tua dan seekor unta, yang merupakan harta negara. Ini pun dikembalikannya kepada penggantinya, Umar bin Khattab. Umar pernah mengatakan, "Aku selalu saja tidak pernah bisa mengalahkan Abu Bakar dalam beramal sholeh."

Sumber :

Saad Saefullah – Kamis, 24 Zulqa'dah 1435 H / 18 September 2014 09:11 WIB

m.eramuslim.com

http://m.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/berapa-gaji-khalifah-islam.htm
[7:53 19/09/2014] Fuadi Dupak: Ada 4 cara Allah memberi rezeki kpd makhluk-Nya:

1. REZEKI TINGKAT PERTAMA (YANG DIJAMIN OLEH ALLAH)
"Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yg bergerak di atas bumi ini yg tdk dijamin oleh Allah rezekinya."(QS. 11: 6)

Artinya Allah akan memberikan kesehatan,makan,minum utk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Ini adalah rezeki dasar yg terendah.

2. REZEKI TINGKAT KEDUA
"Tidaklah manusia mendapat apa2 kecuali apa yg telah dikerjakannya" (QS. 53: 39)

Allah akan memberikan rezeki sesuai dengan apa yg dikerjakannya. Jika ia bekerja dua jam, dapatlah hasil yg dua jam. Jika kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih sungguh2, ia akan mendapat lebih banyak. Tdk pandang dia itu muslim atau kafir.

3. REZEKI TINGKAT KETIGA
“... Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. 14: 7)

Inilah rezeki yang disayang Allah. Orang2 yg pandai bersyukur akan dapat merasakan kasih sayang Allah & mendapat rezeki yg lebih banyak. Itulah Janji Allah! Orang yg pandai bersyukurlah yg dapat hidup bahagia, sejahtera & tentram. Usahanya akan sangat sukses, karena Allah tambahkan selalu.

4. REZEKI KE EMPAT (UNTUK ORANG2 BERIMAN DAN BERTAQWA)
".... Barangsiapa yg bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yg tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yg bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap2 sesuatu.”
(QS.Ath-Thalaq/65:2-3)

Peringkat rezeki yg ke empat ini adalah rezeki yg istimewa, tidak semua orang bisa meraihnya. Orang istimewa ini (muttaqun) adalah orang yg benar2 dicintai & dipercaya oleh Allah utk memakmurkan atau mengatur kekayaan Allah di bumi ini.
Wallaahu alam..

Selamat Menjemput Rejeki.

Rabu, 17 September 2014

Hakekat sombong

Berilmu Jangan Sombong

Seringkali para penuntut ilmu terjebak dalam sifat sombong, membanggakan diri atas ilmu yang dimiliki. Perkara ini, kerap didapatkan justru pada para pemula.

Sebagaimana disampaikan dalam kitab Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim hal.65 :
العلم ثلاثة أشبار من دخل في الشبر الأول تكبر، والثاني تواضع الثالث علم أنه ما يعلم.. "

Ilmu itu ada 3 langkah, barangsiapa yang baru masuk pada langkah pertama ia sombong, langkah kedua akan tawadhu’ dan langkah ketiga akan mengetahui dirinya tidak mengetahui..." (Kitabul ‘ilmi Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin) 

Padahal kesombongan tidak selayaknya terdapat dalam hati seorang muslim, apalagi penuntut ilmu.  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ 

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi” Ada sahabat yang bertanya, “Bagaimana halnya seseorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus...?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan. 

Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain...“ (HR. Muslim: 91)

Yuk, jauhi sifat sombong agar ilmu yang kita miliki menjadi barakah.

@sahabatilmu

Adab berdoa

Dzikir dan Doa No. 5
# Adab Berdoa #

Fokus terhadap permintaan, mengulang-ulanginya, serta tidak pesimistis. Sebagaimana dalam hadits yang di riwayatkan oleh Abu Hurairah r.a ia berkata; 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ
"Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bersabda: Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai. 
[Sunan Tirmidzi No: 3401, Kitab: Do'a, Bab: Doa-doa ringkas berisi].

Mengawali doa dengan berdzikir kepada Allah. Selalu bertobat, menjauhi yang haram, tidak berbuat dzalim dan berusaha mengembalikan semua hak orang lain.

@mangestiwaluyos
Pin BB: 2B8B947E

Selasa, 16 September 2014

Titik balik 2014

Titik baru 2014
Assalamualaikum wr wb. Alhamdulilah saya baru melihat apa yang pak saifudin sampaikan, shodaqta saya meng imani hal tersebut, sekarang saya takut, takut sekali untuk meminta. Saya takut ketika Allah mewujudkan permintaan saya menggunakan cara tercepat yang Allah punya. Saya ikut alur, saya ikut setingan Allah saja berjalan menurut sunnatullah. Terimakasih pak. Saya jadi paham.='(

Nanti pak Rendra ibarat kta sudah berilmu dan bergelar sarjana kemudian kita masuk dalam dunia kerja, persoalan2 nyata dlm dunia kerja lah yg akan membangun kesempurnaan diri kita sbg sarjana dan insaAllah itu yang membawwa kita mnjadi ahli Allah ahli ma'rifat, tdk lagi umeg mmpertanyakn apa diri ini sudah khusyuk, sudah terbimbing melalui ilhamy dst.

Gmbaran umum 24 jam aktivitas kita persis spt selama menunaikan haji atau umrah, atau selama mendirikan salat. wes sampean rasakan saja, dan tetap halaqah sbg wahana agar kita mnjadi "mumpuni" bukan hanya ahli ma'rifat.

Badan saya merinding, tubuh rasanya gregesi, isinya dari tadi istighfar terus.

Ya bgt keadaannya 24 jam kita akan istighfr (dzikr), memuji, bekerja fisik, bersyukur, dan itu artinya khusni ibadatik dlm arti tundu patuh manut menghamba diri kpd NYA

tidak ada keinginan khendak dan aktivitas fisik kita yg kluar dari ilham fujur maupun taqwa, kita tahu dan merasakan itu dan anehnya tidak perlu lagi mncari carinya, dan kita nggak perlu takut dgn ilham fujur krn koreksi terus mnerus berlangsung sebab Allah bersembunyi dan mnjadi batin setiap sel tubuh kita.

Wahuwa ala kulli syai in muhiithun Allah meliputi segala sesuatu ciptaannya, dan dzat Allah menjadi BATIN seluruh ciptaannya. Kalo demikian Allah selalu dekat dan selalu mngawasi selalu melihat memahami apa saja termasuk yang kita sembunyikan, maka tunduk patuh kita dalam pengawasannya, puja puji kita serius apa main2 Dia mengetahuinya, doa kita hanya dibibir saja Dia mengetahuinya. Kita, setiap bagian terkecil tubuh kita batinnya adalah dzat Allah dan juga  apa saja disekitar kita. Kita dan apa saja adalah wujud dari batin atau dzat Allh yg sedikit, yang wujud hakiki adalah dzat Allah yg sedikit itu, sesungguhnya kita dan semua ciptaannya TIDAKLAH WUJUD

Allah tuhanku, Islam Agamaku skn


Indahnya Jalan-ku
Minggu, 24 Agustus 2014

Ust. sukanan: Pembelajaran halaqah di rmh b. Rusmi. Manisnya IMAN hanya bisa dirasakan : jika betul2 ridho Allah sbg Robnya, Islam sbg agamanya dan Nabi Muhammad sbg utusan Allah. (HR. Muslim).                      Hadis ini ketika masih SD hanya dibaca menjelang belajar : roditu billahi robba wabil islami diina wabimuhammadin nabiyyaw warasula.                              Ternyata doa ini bukan sekedar bacaan. Tapi sebuah keadaan jiwa yg sangat dekat bersama Allah, mengenal Allah, mencintai Allah, dan dicintai-Nya. kemudian berikrar dlm belaian cinta-Nya Rodiitu billlah robba.                 ruhani berjumpa dg Allah irjii ilaa robbiki rodhiyatan mardhiyah. Ridho dan diridhoi, cinta dan dicintai.                    Subhanallah manisnya iman bersama Allah, manis iman bersama dg perintah2 kekasih-Nya yaitu Allah, berupa rukun Islam. keimanan yg sempurna akan menghasilkan keislaman yg kaffah, dan kesadaran insan ihsani (insan kamil : manusia sempurna, kemana2 selalu bersama Allah.

Ust. sukanan: Coba kita diperintah oleh org yg tdk dikenal, bgm responnya ? Diperintah oleh org yg kita kenal, bgn responnya. Diperintah kekasih kita, bgm responnya ?    Maaf bersyariat tapi tdk mengenal dg yg membuat syariat dan yg membawa syariat. Bgm mungkin menemukan manisnya bersyariat ?                         

Manisnya bersyariat hanya mampu dirasakan oleh org yg makriafatullah dan mahabbatullah. Siapa itu ? Org yg mukmin. Ibaratnya Iman adl cinta, syariat adl pengorbanan, sedangkan ihsan adl bermesraan dg Allah. Wajah Allah terbayang2 dlm segala keadaan faina ma tuwallu wujuhakum fatsamma
Ust. sukanan: Manis Iman dapat dirasakan dg tiga hal :                              1. Allah dan Rasulnya lebih dicintai dari pd segala2nya.           
2. Mencintai seseorang semata2 krn Allah.                       
3. Takut hidayahnya dicabut atau kembali kpd kekafiran sebagaimana takutnya dilemparkan ke dlm api neraka.   (HR. Mutafaq alaih)

Allah hadir kejahatan hilang

Seorang profesor yg ateis berbicara dlm sbuah kelas.

Profesor: "Apakah Tuhan menciptakan sgala yg ada?"
Para mahasiswa: "Betul, Dia pencipta segalanya."

Profesor: "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan jg menciptakan kejahatan."
(Semua terdiam, kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).

Tiba², suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.

Mahasiswa: "Prof, saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"
Profesor: "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja, dingin itu ada."
Mahasiswa: "Prof, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yg kita anggap dingin sbenarnya adalah ketiadaan panas. Suhu -460 derajat Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Smua partikel mnjadi diam, tidak bisa bereaksi pd suhu tsb. Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas. Slanjutnya, apakah gelap itu ada?"
Profesor: "Tentu saja ada!"

Mahasiswa "Anda salah, Prof! Gelap jg tidak ada. Gelap adalah keadaan di mana tiada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, sedangkan gelap tidak bisa. Kita bisa mgunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya mnjadi bbrapa warna dan mempelajari panjang gelombang stiap warna. Tapi, Anda tidak bisa mengukur gelap. Sberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensitas cahaya di ruangan itu. Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya. Jadi, apakah kejahatan itu ada?"

Profesor mulai bimbang, tp menjawab: "Tentu saja ada."

Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah, Prof! Kejahatan itu tidak ada. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Sperti dingin dan gelap, 'kejahatan' adalah kata yg dipakai manusia utk menggambarkan ketiadaan Tuhan dalam dirinya. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Tuhan dlm hati manusia."

Profesor terpaku dan terdiam!
++++++++++++
Dosa terjadi karena manusia lupa hadirkan Tuhan dalam hatinya..
Hadirkan Tuhan dalam hati pada setiap saat, maka akan selamat..
Itulah IMAN..
Dosa lahir saat IMAN tidak berada dalam hati..
+++++++++
Semoga ada hikmah dan manfaat nya.