فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا ۚ وَمِنْ اٰنَآىٴِ الَّيْلِ فَسَبِّحْ وَاَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضٰى
Maka sabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit, dan sebelum terbenam; dan bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari, agar engkau merasa tenang.
[QS. Ta Ha: Ayat 130]
Sabtu, 16 Januari 2016
Qs Bertasbih terus
Penyair syiah
Copas...dari sebelah
إعدام الشاعر الشيعي العراقي أحمد النعيمي صاحب قصيدة "نحن شعب لا يستحي". قصيدة التي أحدثت ضجة كبيرة وزلزالاً في إران. حنان عبد الهادي نشر في فيتو يوم 27 - 12 – 2015
Eksekusi Penyair Syi’ah Irak ternama Ahmad Nu’aimi, pemilik Sya’r yang berjudul “KITA BANGSA YANG TAK PUNYA MALU” Sya’ir yang berhasil membuat heboh bangsa iran. Reporter Hanan Abdul Hadi baru baru ini (27-12-2015) melaporkan.
Berikut kami sajikan sya’ir bersama terjemahannya.
نحن شعب لا يستحي Kita bangsa yang tak punya malu
حقائق تاريخية يجب أن لا تنسى Fakta-fakta sejarah yang tak boleh di lupakan
من الذي فتح الشام والعراق وفارس؟ عمر بن الخطاب (سني)
Siapakah yang menaklukkan Syam, Irak dan Persia? Umar bin Khattab (Sunny)
من الذي فتح بلاد السند والهند وما وراء النهرين؟ محمد بن القاسم (سني)
Siapakah yang telah membuka negeri sindi, india dan negeri-negeri di sekitar sungai oxus (Uzbekistan, Kazakhstan, Tajikistan dan Turkmenistan.)? Muhammad bin Al-Qasim (Sunny)
من الذي فتح شمال إفريقيا؟ قتيبة بن مسلم الباهلي (سني)
Siapakah yang mengekspansi Afrika Utara? Qutaibah bin Muslim Al-Bahily (Sunny)
من الذي فتح الأندلس؟ طارق بن زياد (سني) وموسى بن نصير (سني)
Siapakah yang membuka Andalusia? Thariq bin Ziyad (Sunny) dan Musa bin Nushair (Sunny)
من الذي فتح القسطنطينية؟ محمد الفاتح (سني)
Siapa penakluk Konstantinovel? Muhammad Al-Fatih (Sunny)
من الذي فتح صقلية؟ أسد بن الفرات (سني)
Siapakah yang menaklukkan Sisilia? Asad bin Al-Furaat (Sunny)
من الذي أنشأ حضارة الأندلس وجعلها منارة علم؟ حكام الخلافة الأموية الثانية (أهل السنة)
Siapakah yang menciptakan peradaban di Andalusia dan menjadikannya pusat ilmu? Para khalifah umawiyyah yang ke dua (Sunny)
من الذي قاد المسلمين في حطين؟ صلاح الدين الأيوبي (سني)
Siapakah Panglima perang Kaum Muslimin pada peperangan Hittin? Shalahuddin Al-Ayyuby (Sunny)
من الذي قاد المسلمين في عين جالوت وهزم التتار؟ سيف الدين قطز (سني) وركن الدين بيبرس (سني)
Siapakah yang memimpin kaum muslimin pada peperangan A’in Jalut dan mengalahkan bangsa Tatar? Saifuddin Qutz (Sunny) dan Ruknuddin Baibars (Sunny)
من الذي كسر غرور إسبانيا بالريف المغربي؟ عبد الكريم الخطابي (سني)
Siapakah yang berhasil mematahkan kesombongan Spanyol di Negara Maroko? Abdul Karim Al-Khattaby (Sunny)
من الذي أجبر إيطاليا على إعادة حساباتها في ليبيا؟ عمر المختار (سني)
Siapakah yang memaksa Italia untuk memperhitungkan bangsa Libya? Umar Al-Mukhtar (Sunny)
وحديثا... Dan terkini
من الذي قهر الروس في الشيشان وفتح مدينة غروزني؟ خطاب (سني)
Siapa yang mengusir Rusia dari bumi chechnya dan menaklukkan kota Grozny? Khattab (Sunny)
من الذي مرغ وجه الناتو في التراب بأفغانستان؟ (أهل السنة)
Siapa yang telah membungkamkan wajah NATO di Afghanistan? Ahlu Sunnah
من الذي أجبر الأمريكان على الخروج من العراق؟ (أهل السنة)
Siapa yang memaksa amerika untuk keluar meninggalkan Irak? Ahlu Sunnah
من الذي أقض مضاجع اليهود في فلسطين؟ أحمد ياسين (سني)
Siapa yang telah mengganggu tidurnya kaum yahudi di Palestina? Ahmad Yasin (Sunny)
لكن، ماذا نحن تركنا لأبنائنا من الشيعة في المقابل..؟؟!!!
Lalu, Jasa apa yang telah kita tinggalkan bagi anak cucu kita dari syi’ah sebagai imbalan??!!!
من الذي غدر بالحسين حين أخرجه ثم تخلى عنه في كربلاءة؟ المختار الثقفي (شيعي)
Siapa yang telah mengkhiyanati Al-Husein, membujuknya untuk keluar menuju kufah kemudian membelot darinya di karbala? Al-Mukhtar Ats-Tsaqafy (Syi’ah)
من الذي غدر بالخليفة العباسي الراضي بالله؟ البويهيون (شيعة)
Siapa yang mengkhiyanati khalifah Abbasiyah Al-Radhi billah? Kaum Buwaihy (syi’ah)
من الذي مكن للتتار دخول بغداد؟ ابن العلقمي (شيعي)
Siapa yang membuka jalan bagi bangsa Tatar masuk ke Baghdad? Ibnu Al-Alqamy (Syi’ah)
من الذي كان يزين لهولاكو سوء أعماله؟ نصير الطوسي (شيعي)
Siapa yang menganggap baik tindakan Hulagu Khan?
Qs air mata kebenaran
وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ
Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).
( Al Ma'idah :83)
Azab Allah berupa nikmat
ADA orang yang maksiatnya lancar tapi rezekinya juga lancar, bisnisnya sukses, pelitnya luar biasa. Bagaimana bisa?
Jawabannya ada pada hadits berikut ini:
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إذا رأيت الله يعطي العبد من الدنيا ما يحب وهو مقيم على معصيته ؛ فاعلم أنما ذلك منه استدراج ، ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ} [الأنعام: 44].
Dari ‘Uqbah bin Amir, dari Rasulullah SAW: “Apabila engkau melihat Allah mengaruniakan dunia kepada seorang hamba sesuai dengan yang ia inginkan, sementara ia tenggelam dalam kemaksiatan, maka ketahuilah itu hanya istidraj darinya”, kemudian Rasulullah SAW membaca firman: “ Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa”.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ فِي قَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ: {سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لا يَعْلَمُونَ} [القلم: 44] ؛ قَالَ: كُلَّمَا أَحْدَثُوا خَطِيئَةً جددنا لهم نعمة وأنسيناهم الاسْتِغْفَارَ.
Ibnu Abbas menjelaskan firman Allah ‘Azza wajallah: “Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur ke arah kebinasaan dengan cara yang tidak mereka ketahui”, ia berkata: Setiap kali mereka melakukan satu kesalahan kami beri mereka nikmat yang baru dan kami lupakan mereka untuk beristighfar.
عن سفيانَ في قولِهِ {سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لاَ يَعْلَمُون} [الأعراف: 182] قالَ: نُسبغُ عَليهم النِّعمةَ ونَمنَعُهم الشكرَ.
Sufyan ats Tsauriy menjelaskan firman Allah: “Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur ke arah kebinasaan dengan cara yang tidak mereka ketahui”, ia berkata: Kami karuniakan nikmat kepada mereka dan kami halangi mereka untuk bersyukur.
Kelancaran rezeki bukanlah standar sayangnya Allah kepada seseorang. Boleh jadi kelapangan hidup itu bentuk azab yang tidak disadari. Untuk apa banyak harta tapi batin merana, ancaman azab akhirat tidak dipedulikan. Kalaulah standar sayangnya Allah itu dengan kemewahan hidup dunia, Qarunlah orang yang paling disayangi Allah. Tapi akhirnya ia binasa ditelan bumi.
Juga sebaliknya, jangan mengira orang yang banyak ujian dan cobaan dalam hidup tanda ia dimurkai oleh Allah. Boleh jadi itu adalah musibah untuk menghapuskan dosa dan meninggikan derajatnya di surga nanti.
Penuntut ilmu juga begitu. Jangan mengira dapat nilai bagus dan selalu sukses adalah ukuran kasih sayang Allah kepadanya. Tapi lihatlah, bagaimana shalatnya, puasanya, bagaimana ketaatannya untuk tunduk pada aturan Allah, dan bagaimana usahanya untuk mengamalkan ilmunya.
Maka berhati-hatilah, kita sedang di posisi mana?
Senin, 07 Desember 2015
Berlari ke Allah
Berlari atau Cukup Berjalan
Beginilah al-Qur’an bertutur, membuat sebuah panduan yang berharga untuk setiap muslim, bahwa apa yang kita tuju menentukan cara kita untuk sampai kepadanya
1. Berdzikir (Sholat): perintahnya adalah “Berlarilah!”
“Wahai orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan sholat Jum’at, maka BERLARILAH kalian MENGINGAT Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jum’ah: 9)
2. Melakukan Kebaikan: perintahnya adalah “Berlombalah!”
“Maka BERLOMBA-LOMBALAH dalam berbuat KEBAIKAN.” (QS. Al-Baqarah: 148)
3. Meraih Ampunan: perintahnya adalah “Bersegeralah!”
“Dan BERSEGERALAH kamu menuju AMPUNAN dari Tuhanmu dan menuju SURGA…”(QS. Ali Imron: 133)
4. Menuju Allah: perintahnya adalah “Berlarilah dengan cepat!”
“Maka BERLARILAH kembali ta’at kepada ALLAH.” (QS. Adz-Dzaariyat: 50)
5. Menjemput Rizki (Duniawi): perintahnya adalah “Berjalanlah!”
“Dialah yang menjadikan bumi mudah bagimu, maka BERJALANLAH di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari RIZKI-Nya.” (QS. Al-Mulk: 15)
Semestinya kita memahami, kapan kita perlu berlari, atau menambah kecepatan lari kita, atau bahkan cukup berjalan saja
Jangan-jangan, selama ini kita merasa lelah, karena berlari mengejar dunia.
Ya Allah, bimbinglah kami…!
Sabtu, 05 Desember 2015
SI Dzikir terus
TUNGGANGAN YANG MELINTASI KEBENDAAN
Pernahkah rekan-rekan berdo’a kepada Tuhan, dalam rangka meminta pilihan apakah sebaiknya makan mie goreng atau pecel lele untuk makan malam?
Rasanya tidak pernah, bukan?
Kenapa tidak pernah? Kenapa tidak sebaiknya kita berdo’a saja untuk keseluruhan detail hidup kita? Bukankah setiap kejadian akan berkaitan dengan kejadian lainnya dalam sebuah aksi reaksi kompleks, hingga pada akhirnya tak satupun kejadian yang tak punya imbas? Lalu kenapa tak berdo’a saja untuk semua hal? Dulu saya pernah bertanya seperti itu dalam batin saya sendiri.
Tetapi bukankah akan menjadi ganjil apabila kita berdoa dan meminta petunjuk untuk pilihan antara mie goreng atau pecel lele. Untuk apakah pesan jus jeruk atau es teh manis? Untuk apakah hari ini pakai kemeja biru atau kemeja warna merah dengan pola garis-garis? Ganjil bukan?
Itu memang kebingungan yang ganjil, rasanya tak masuk akal dan tentu tidak praktikal untuk dilakukan, tetapi saya belum mengerti kala itu apa landasan filosofinya kenapa tidak kita praktekkan berdoa di segala detail hidup?
Jawaban mengenai hal tersebut baru saya mengerti berbilang tahun kemudian. Setelah mengakrabi kajian para arifin, yang memberi tahu tentang keutamaan mengingati Allah. Bahwa sak bisa-bisanya kita harus belajar memraktekkan mengingati Allah dalam apapun kondisi: duduk, berdiri, berbaring, sebisa-bisanya mengingati Allah. Itu point pertama.
Point kedua adalah bahwa mengingati Allah itu berarti juga kita tidak mengingati benda-benda. Pecel lele, jus jeruk, kemeja biru dan merah, naik angkot ataupun gojek, semua itu adalah benda-benda. Dan mengingati Allah adalah bukan mengingati benda-benda tersebut. Itu point keduanya.
Dan yang paling penting saya rasa adalah berikut ini. Setelah kita belajar untuk dawam mengingati Allah dalam segala kondisi kehidupan kita. -Dan itu berarti bahwa kita mengingati Allah dalam lapang dan sempitnya kita-. Maka keseluruhan kejadian hidup yang mempertemukan kita dengan makna lapang dan sempit itu; sejatinya adalah jalan untuk kita mengingatiNya. Bukan mengingati kejadian hidupnya atau bendanya.
Indah sekali pesan orang-orang arif ini.
Kita misalkan saja begini. Kita bekerja sejak pagi, dan kita memulakan segala kehidupan kita dengan basmallah. ‘Memulakan kerja dengan basmallah’ itu adalah sebagai bentuk ingatan kepada Allah. Kemudian, kita memulai hari dalam kondisi dimana ingatan kepada Allah itu masih sinambung dan terjaga. Kita masih stay tune pada kondisi mengingati Allah.
Karena kita masih stay tune dalam ingatan Allah itulah sebabnya kita tak usah sibuk berdoa apakah kita akan keluar rumah lewat pintu depan atau pintu belakang, apakah naik motor atau naik mobil? Karena semua itu sudah dalam kondisi tinggal GO saja.
Kita sudah tinggal JUST DO IT, sambil memulakan segala sesuatunya dengan basmallah dan ingatan kepada Allah terjaga pada batin kita.
Lalu, dalam keseharian kita bekerja itu, akan ada banyak sekali hal yang mempertemukan kita dengan situasi lapang dan sempit.
Kejadian-kejadian yang menghantarkan situasi lapang dan sempit itu, sejatinya kebendaan. Dan seperti laiknya kebendaan; dia akan dengan cepat menghilangkan ingatan kita pada Allah yang sejak awal hari kita jaga untuk sinambung itu tadi.
Maka….agar ingatan pada Allah tetap terjaga, kita gunakanlah kejadian hidup yang kita temui itu, segala apapun yang membetot perhatian kita itu, sebagai “tunggangan” untuk ‘kembali’ pada Allah.
Ada situasi lapang yang memesonakan; sebelum dia membetot dan mencuri ingatan kita pada Allah, maka kita jadikan suasana itu sebagai tunggangan. Kita berdoa pada Allah sebagai bentuk kesyukuran. Imbasnya adalah, suasana senang yang kebendaan itu urung memenuhi batin kita, tetapi malah menjadikan kita semakin terkunci pada ingatan kepada Allah.
Ada situasi sempit yang menyesakkan; sebelum dia membetot dan mencuri ingatan kita pada Allah, maka kita jadikan suasana sempit itu sebagai tunggangan. Kita berdoa pada Allah sebagai bentuk kita meminta pertolongan. Imbasnya nanti, suasana sempit dan kesulitan keduniawian itu urung memenu
Selasa, 01 Desember 2015
Jalannya Rezeki
• MEMBUKA PINTU REZEKI
Berikut amalan yang dapat membantu mendatang kan rezeki :
1. Bekerja/berusaha Sebaik-baiknya
Firman Allah: "Dialah Allah yang menjadikan Bumi ini mudah bagi Kamu, maka berjalanlah di segala penjuru dan makanlah sebagian dari Rizqi-NYA. Dan hanya kepada-NYA lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan". (QS Al Mulk:15)
2. Perbanyak Istighfar (Astaghfirullah)
"Maka aku katakan kepada mereka; Mohonlah ampun kepada Tuhanmu: Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS. Nuh : 10-12).
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah) niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberinya rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka". (HR. Imam Ahmad, Abu Daud, An-Nasa'i, Ibnu Majah dan Al-Hakim. Sanad hadits ini dishahihkan oleh Imam Al-Hakim)
3. Perbanyak Syukur dan Tahmid (AlHamdulillah)
Firman Allah : " Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami (Allah), akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari (Nikmat-KU), sesungguhnya Azab-KU sangat pedih " (QS Ibrahim:7).
4. Tegakkan Shalat
Firman Allah: "Perintahkan kepada keluargamu supaya shalat, dan sabarlah dalam melaksanakannya, Kami (Allah) tidak menuntut kamu supaya mencari rizqi, Kami (Allah) yang menjamin rizqimu, dan akibat (kemenangan yang terakhir) bagi orang-orang yang bertaqwa." (QS. Ath-Thaha:132)
5. Takwa Kepada Allah
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (QS. Ath-Thalaq: 2-3).
Ibnu Katsir berkata, "Maknanya, barangsiapa yang bertakwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar, serta rezeki dari arah yang tidak pernah terlintas dalam benaknya."
6. Tawakkal Kepada Allah
Firman Allah : " Dan barang siapa ber-Tawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya ". (QS Ath Thalaq:3)
"Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana rezeki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang." (HR Ahmad Tirmidzi).
7. Beribadah Sepenuhnya
"Sesungguhnya Allah berfirman, "Wahai anak Adam! Beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia). (HR, Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah).
8. Haji dan Umrah
"Lanjutkanlah haji dengan umrah, karena sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa, sebagaimana api dapat menghilangkan karat besi, emas dan perak. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur itu melainkan jannah". (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, an-Nasa'i)
9. Banyak Silaturrahim
"Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturahim." (HR. Bukhari)
10. Perbanyak Sedekah
"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi Rezeki yang sebaik-baiknya." (Saba' : 39).
Ibnu katsir berkata, "Betapa pun sedikit apa yang kamu infakkan dari apa yang diperintahkan Allah kepadamu dan apa yang diperbolehkan-Nya, niscaya Dia akan menggantinya untukmu di dunia, dan di akhirat engkau akan diberi pahala dan ganjaran."
Nabi bersabda dalam hadits qudsi: "Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman,"Wahai anak Adam, berinfaklah niscaya Aku berinfak (memberi rezeki) kepadamu." (HR. Abu Daud)
11. Menafkahi Penuntut Ilmu
Dahulu ada dua orang saudara pada masa Rasulullah, satunya sedang menuntut ilmu dan (saudaranya) yang lain bekerja, untuk menghidupi mereka berdua. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Nabi, maka Beliau bersabda, "Mudah-mudahan engkau diberi rezeki dengan sebab dia."
(Tirmizi, Hakim).
12. Bersabar Menghadapi Ujian
"Mungkin kamu enggan (tidak menyukai) sesuatu, sedang Allah telah menjadikan pada apa yang tidak engkau sukai itu kebaikan yang sebanyak-banyaknya".
(QS. An-Nisaa':19)
13. Membantu Kaum Lemah
Rasulullah SAW bersabda, "Bantulah orang-orang lemah, karena kalian diberi rezeki dan ditolong lantaran orang-orang lemah di antara kalian." (Muslim dan An-Nasa`i).
14. Hijrah di Jalan Allah
"Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak." (Qs. An-Nisa`: 100).
Mari kita berusaha coba mengamalkannya.
Semoga bermanfaat...Baarakallahu Fiikum