Jumat, 07 Agustus 2015

Amalan penghapus dosa

🌾Tausiyah Tematik

💚 AMALAN PENGHAPUS DOSA 💚

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

🍀 Saudara dan Saudariku yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

🔖 Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allâh Azza wa Jalla dengan sebenar-benar takwa, karena takwa merupakan cahaya hidayah. Dan Allâh menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada-Nya. Barangsiapa taat kepada-Nya maka Allâh menjanjikan untuknya surga. Sebaliknya, barangsiapa bermaksiat dan enggan melaksanakan perintah-Nya maka dia terancam adzab yang sangat pedih.

🍃 Manusia, siapapun orangnya pasti tidak akan luput dari perbuatan dosa. Dosa-dosa yang dilakukan para hamba itu sangat banyak serta variasi, ada dosa besar seperti dosa syirik. Tentang ini dosa ini, Allâh Azza wa Jalla memberikan peringatan keras :

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

"Sesungguhnya Allâh tidak akan mengampuni (dosa) karena melakukan perbuatan syirik. Dan Dia mengampuni dosa selain syirik bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa menyekutukan Allâh, maka sungguh dia telah melakukan dosa besar." [an-Nisa'/4:48]

🔖 Semoga Allâh Azza wa Jalla senantiasa menjaga kita semua agar tidak terjatuh dalam perbuatan syirik. Itulah diantara dosa besar yang dilakukan oleh hamba. Dosa syirik, tidak akan diampuni oleh Allâh Azza wa Jalla kecuali dengan taubat begitu juga dosa-dosa besar lainnya, tidak akan diampuni kecuali jika si pelaku bertaubat kepada Allâh. Adapun dosa-dosa kecil, maka dosa-dosa itu bisa terhapus denga amal shalih.

🍃 Dosa-dosa yang dilakukan para hamba itu sangat banyak dan variasi, sehingga ada yang dosanya menggunung. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Pada hari Kiamat akan datang manusia dari kaum Muslimin dengan membawa dosa seperti gunung-gunung." [HR Muslim].

🔖 Diantara dosa-dosa itu ada yang berkaitan dengan hati, seperti menyakini bahwa selain Allâh ada yang dapat memberikan manfaat dan madharat; Ada yang berkaitan dengan ucapan, seperti berdoa kepada selain Allâh; Ada yang berkaitan dengan fi’liyah (perbuatan), seperti: thawaf di atas kuburan, dan lain-lain.

🍃 Sekalipun dosa anak Adam itu sangat banyak, tetapi kasih sayang Allâh sangat luas terhadap hamba-Nya. Oleh sebab itu Allâh Azza wa Jalla memerintahkan hambanya untuk melakukan ketaatan sehingga dosa-dosanya dapat diampuni.

🔖 Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia bersabda: "Barangsiapa menjumpai-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi sedangkan dia tidak menyekutukan-Ku sedikitpun, maka Aku akan menjumpainya dengan ampunan sepenuh bumi." [HR. Muslim]

🍃 Itulah tauhid. Tauhid memiliki pengaruh dan peran penting dalam penghapusan dosa-dosa bagi orang yang merealisasikannya dengan benar.

🔖 Juga bagi orang-orang yang tidak berbuat syirik, terbuka kesempatan untuk mendapatkan ampunan dari Allâh Azza wa Jalla yaitu ada dua hari dalam satu minggu, dimana pada waktu itu Allâh mengampuni setiap Muslim yang tidak menyekutukan-Nya sedikitpun dan tidak berkutat dengan dosa besar.

🍃 Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis; Setiap hamba yang tidak menyekutukan Allâh dengan suatu apapun, maka dia akan diampuni dosanya, kecuali seorang yang bermusuhan dengan saudaranya maka dikatakan, ”Tangguhkanlah dua orang ini sampai mereka berdamai”. [HR Muslim].

🔖 Shalat dan semua rangkaian amalan yang mengawalinya yang dilakukan oleh setiap Muslim secara rutin juga bisa menjadi sarana penghapus dosa yang efektif bagi seorang hamba. Adzan yang dikumandangkan oleh sang muadzzin, menyebabkan dosanya diampuni oleh Allâh Azza wa Jalla. Juga orang yang mendengarnya dan menjawabnya.

🍃 Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Barangsiapa membaca doa (berikut ini) saat mendengar adzan muadzzin, maka dosanya akan diampuni (yaitu) :

أشْهَدُ أنْ لاَ إلَه إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، وَأنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، رَضِيتُ بِاللهِ رَبّاً ، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً ، وَبِالإسْلامِ دِيناً

🔖 Amalan lain yang biasa dilakukan oleh seorang Muslim saat akan menunaikan shalat dan bisa menjadi sebab terhapusnya dosa orang yang melakukannya adalah wudhu'. Barangsiapa berwudhu' dengan sempurna, maka dosa-dosanya akan keluar bersama tetesan air atau diakhir tetesan air wudhu'nya.

🍃 Jika setelah wudhu', dia kemudian melakukan shalat, maka dia akan menjadi seperti bayi baru terlahir tanpa dosa. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang keutamaan wudhu' oleh salah seorang shahabat, beliau menjawab : "Tidak ada seorang pun diantara yang mendekatkan air wudhu'nya lalu dia berkumur, memasukkan air ke hidungnya lalu mengeluarkannya kecuali akan berjatuhan kesalahan-kesalahan wajahnya, kesalahan-kesalahan mulutnya dan kesalahan-kesalahan hidungnya. Jika dia mencuci wajahnya sebagaimana yang diperintahkan oleh Allâh, kesalahan-kesalahan wajahnya akan berjatuhan bersama tetesan air dari ujung jenggotnya. Kemudian mencuci kedua tangannya sampai siku, kecuali kesalahan-kesalahan tangannya akan berjatuhan bersama air lewat jari-jemarinya. Kemudian jika ia mengusap kepala, maka kesalahan-kesalahan kepalanya akan berjatuhan melalui ujung rambutnya bersama air. Lalu jika dia mencuci kakinya sampai mata kaki, maka kesalahan kedua kakinya akan berjatuhan melalui jari-jari kakinya bersama tetesan air. Jika kemudian, ia berdiri lalu shalat, kemudian dia memuji Allâh menyanjung dan mengagungkan-Nya dengan pujian dan sanjungan yang menjadi hak-Nya dan mengosongkan hatinya hanya untuk Allâh kecuali dia terlepas dari kesalahan-kesalahannya seperti pada hari ia dilahirkan dari perut ibunya." [Muttafaqun ’alaihi].

🔖 Dalam hadits lain Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Tidaklah seorang muslim berwudhu lalu ia menyempurnakan wudhunya dan melaksanakan shalat, kecuali Allâh akan mengampuni dosa-dosa yang dilakukannnya antara shalat yang dia kerjakan itu sampai dengan shalat berikutbya." [Muttafaqun ’alaihi].

🍃 Amalan lain yang juga bisa menjadi penghapus dosa adalah langkah seorang Muslim menuju masjid. Jadi menyempurnakan wudhu' dalam segala kondisi, langkah menuju masjid, dan menunggu waktu shalat dapat menghapus dosa dan mengangkat derajat juga akan dido'akan oleh para malaikat.

🔖 Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Senantiasa salah seorang dari kalian terhitung dalam keadaan shalat selama ia menunggunya, dan senantiasa para malaikat mendo'akan salah seorang diantara kalian selama dia masih berada dalam masjid, "Ya Allâh ampunilah dia ! Ya Allâh sayangilah ia ! Selama ia tidak berhadats." (dalam keadaan suci)

🍃 Apa yang disebutkan di atas merupakan bukti kasih sayang Allâh kepada para hamba-Nya. Dan itu baru sebagian amalan yang mengawali ibadah shalat yang rutin dilakukan oleh setiap Muslim.

🔖 Ada lagi amalan yang bisa menghapuskan dosa dan ini termasuk bagian dari praktik ibadah shalat itu sendiri yaitu mengamini bacaan al-Fatihah imam.

🍃 Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Apabila imam mengucapkan amiin, maka ucapkanlah amin ! Karena barangsiapa yang aminnya bersamaan dengan aminnya malaikat, maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." [Muttafaqun’alaihi].

🔖 Dan masih banyak amalan dalam shalat yang bisa menjadi penyebab terhapusnya dosa-dosa yang dilakukan oleh manusia. Adapun amalan-amalan setelah shalat yang juga menghapuskan dosa, dijelaskan oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya : "Barangsiapa bertasbih setelah shalat 33x, bertahmîd (membaca alhamdulillâh) 33 x, dan bertakbîr (membaca Allâhu Akbar) 33x maka semuanya berjumlah 99 dan apabila ia menggenapkannya hingga menjadi 100 dengan mengucapkan :

لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ , لَهُ اَلْمُلْكُ , وَلَهُ اَلْحَمْدُ , وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Niscaya ia akan diampuni dosa-dosanya sekalipun dosa-dosanya itu sebanyak buih dilautan." [HR. Muslim]

🍃 Itulah diantara amalan harian yang biasa dilakukan oleh setiap Muslim. Amalan-amalan yang sangat dibutuhkan oleh manusia yang beriman. Karena siapapun orangnya, mesti dia tidak akan lepas dari perbuatan dosa.

🔖 Dengan amalan-amalan ini, kita sangat berharap kepada Allâh Azza wa Jalla agar berkenan mengampuni dosa-dosa kita yang telah lewat dan berkenan terus-terus memberikan hidayah-Nya kepada kita semua.

👆 Ya Allah teguhkanlah kami di atas iman dan amal shalih, hidupkan kami dengan kehidupan yang baik dan sertakan diri kami bersama golongan orang-orang yang Beriman. Wallahu a'lam

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

♻ Silahkan disebar kiriman ini, semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah. Jazakumullahu Khairan.

🌴🌾🌴🌾🌴🌾🌴🌾🌴🌾
💞💫MASJID BAYTUNNUUR 💫💞
📱 WA      : 085 649 098 126 (Ikhwan)
                    085 649 098 126 (Akhwat)
Facebook : baytunnuurta@gmail.com

Rabu, 29 Juli 2015

Lubang2 manusia

Copas dr grup sebelah...
LUBANG-LUBANG PADA TUBUH MANUSIA TEMPAT BERSEMBUNYINYA JIN
==================================
1. Jin Berada pada Tubuh Manusia di lubang mulut
“Abu Said berkata: Rasulullah bersabda: “Apabila seseorang dari kalian menguap, letakkanlah tangannya pada mulutnya (tutuplah), karena setan akan masuk bersama dengan orang yang menguap (yang mulutnya tidak ditutup)” (H.R. Muslim)
2. Jin Berada pada Tubuh Manusia di lubang kuku
Wahai Abu Hurairah, potonglah (perpendek) kuku-kukumu. Sesungguhnya setan mengikat (melalui) kuku-kuku yang panjang. (H.R. Ahmad)
3. Jin Berada pada Tubuh Manusia di lubang hidung
Bahwa Nabi bersabda: Apabila salah seorang di antara engkau bangun tidur, hendaklah mengeluarkan air dari hidungnya (istintsar) tiga kali, karena setan itu menginap di batang hidungnya. (H.R. Muslim)
4. Jin Berada pada Tubuh Manusia di lubang telinga
Abdullah berkata, “Disebutkan di sisi Nabi bahwa ada seorang laki-laki yang selalu tidur sampai pagi tanpa mengerjakan shalat (malam). Lalu beliau bersabda, ‘Setan telah kencing di telinganya (H.R. Muslim).
5. Jin berada pada lubang urat darah
Dari Shafiyyah binti Huyay, Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya setan itu berjalan dalam tubuh anak Adam melalui peredaran darah dalam tubuhnya” (H.R. Muslim)
6. Jin berada pada lubang pusar
Ketahuilah lubang pusar adalah tempat terkotor yang kebanyakan manusia lupa membersihkannya, coba buktikan masukkan tangan anda kelubang pusar dan dekatkan kehidung, maka anda akan membaui bau busuknya. Pengalaman saya meruqyah diketahui kebanyakan jin juga bersembunyi di lubang pusar yang kotor.
7. Jin berada dilubang kemaluan.
Syetan menambah rasa nikmat dalam berzina dengan menstimulir syaraf kemaluan.
Karena itu JAGALAH LUBANG-LUBANG PADA TUBUH ANDA AGAR TIDAK DIJADIKAN TEMPAT TINGGAL JIN. Smg Allah mlindungi qt dari gangguan golongan jin dan manusia

Teman yang mana?

Empat Jenis Teman.

Berteman, merupakan perkara lumrah manusia selaku makhluk sosial.

Namun selektiflah dalam berteman.

Ibnul Qayyim rahimahullah membagi teman dalam 4 bagian:

1. Teman bergaul laksana makanan yang tidak dapat ditinggalkan walau sehari pun.

Mereka adalah para ulama'. Bergaul dengan kelompok ini membawa keuntungan besar.

2. Teman bergaul bagaikan obat, yang dibutuhkan kala sakit.

Kita membutuhkan mereka untuk memenuhi keperluan hidup, semisal: rekan kerja, tetangga, kerabat.

3. Teman bergaul bagaikan penyakit, dengan berbagai tingkatan dan macamnya.

Berkawan dengannya tidaklah memberikan keuntungan dunia, terlebih lagi akhirat.

Termasuk dalam bagian ini adalah kawan yang malas, pembenci, suka ghibah, dan lainnya.

4. Teman bergaul yang membawa kebinasaan, seperti racun bagi kita.

Merekalah para penyeru kesesatan, orang yang gemar berbuat dosa dan maksiat, serta yang semisalnya.

(Bada'iul Fawaid; Ibnul Qayyim)

Hati ini lemah. Maka jagalah ia dengan berkawan kepada teman yang shalih.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

"Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya...” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Silsilah Ash-Shahihah: 927)

Rahmatan lil alamin

cahaya .... Ungkapan Kyai Sepuh NU yg sgt bijak utk mengawali langkah dan tentukan pilihan pada muktamar NU ke-33 tahun 2015 di Jombang:  #NASIHAT
Di tengah perpecahan umat Islam dewasa ini, nasihat guru Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Jawa Timur: Kiai Ahmad Dairobi tiba-tiba menyentak umat Islam Indonesia.

Dalam pekan ini, ‘Nasihat Ukhuwah’ Kiai Ahmad Dairobi populer secara viral di media sosial. Berikut nasihatnya:

“Diam-diam ternyata saya menyukai semangat FPI dalam memberantas kemunkaran. Saya tahu, kadangkala ada yang salah dalam aksi mereka. Namun, kesalahan mereka tidaklah seberapa dibanding kesalahanku yang takut dan tak peduli dengan kemunkaran yang merajalela.

Diam-diam ternyata saya menyukai semangat dan ketulusan Jamaah Tabligh dalam meramaikan shalat berjemaah di masjid. Saya tahu, kadangkala ada yang salah dalam tindakan sebagian mereka. Namun, kesalahan mereka tidaklah seberapa dibanding kesalahanku yang tidak melakukan apa- apa saat tetanggaku banyak yang tidak shalat.

Diam-diam ternyata saya menyukai semangat Hizbut Tahrir dalam membangun khilafah. Saya tahu, ada yang salah dalam sebagian konsep khilafah mereka. Namun, kesalahakanku yang tak mau berbuat apa-apa untuk penegakan syariat Islam, jauh lebih besar daripada kesalahan mereka.

Diam-diam ternyata saya menyukai cara berpolitik orang-orang PKS. Saya tahu, mereka banyak dihuni oleh tokoh-tokoh di luar Nahdlatul Ulama; dan yang namanya partai politik pasti cukup banyak kesalahan oknum mereka. Namun, kesalahan mereka tidaklah seberapa dibanding kesalahanku memilih partai yang cenderung sekuler dan anti penerapan syariat Islam.

Bahkan, diam-diam ternyata saya juga suka dengan keberanian Al-Qaidah dalam melawan kezaliman politik Amerika dan Israel. Aku tahu, mereka melakukan beberapa kesalahan, tapi kesalahanku yang tidak peduli dengan nasib umat Islam jauh lebih besar daripada kesalahan mereka.

Dan, dengan terang-terangan saya menyatakan sangat mengagumi Nahdlatul Ulama.

Yakni, NU yang sesuai dengan pandangan Hadratussyekh Kyai Hasyim Asy’ari.

BUKAN NU yang menjadi kendaraan politik.
BUKAN NU yang dipenuhi kepentingan pragmatis.
BUKAN NU yang menjadi pembela Syiah dan Ahmadiyah.
BUKAN NU yang melindungi liberalisme.
Dan, BUKAN NU yang menjadikan Rahmatan Lil Alamin sebagai justifikasi untuk ketidakpeduliannya terhadap perjuangan penegakan syariat Islam.

“Niat saya, agar antar gerakan Islam saling menjaga ukhuwah. Jangan sampai ashobiyyah dan fanatik buta pada organisasi masing-masing menutup pintu kebaikan kelompok lain.”

Jawaban Allah

"SEPELE, TAPI MARI BUKTIKAN KEBENARANNYA"

1)- Ketika kita mengeluh :
“Ah mana mungkin…. : .
”✅Allah menjawab :
“Jika AKU menghendaki, cukup Aku berkata“Jadi”, maka jadilah (QS. Yasin ; 82)

2)- Ketika kita mengeluh :
“Wah, letih sekali….
”✅Allah menjawab :
“…dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS.An- Naba :9)

3)- Ketika kita mengeluh :
“Berat sekali ya, gak sanggup rasanya…
”✅Allah menjawab :
“AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dgn kesanggupan.” (QS. Al-Baqarah : 286)

4)- Ketika kita mengeluh :
“Stress nich, bingung?!
” ✅Allah menjawab :
“Hanya dengan mengingatKu hati akan menjadi tenang”. (QS. Ar-Ra’d :28)

5)- Ketika kita mengeluh :
“Yah, ini mah bakal sia-sia..deh! ” ✅Allah menjawab :
”Siapa yg mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarahpun, niscaya ia akan melihat balasannya”. (QS. Al- Zalzalah :7)

6)- Ketika kita mengeluh :
“saya sendirian, gak ada seorgpun yang mau membantu…
”✅ Allah menjawab :
“Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin :60)

7)- Ketika kita mengeluh :
“Sedih sekali rasanya…
”✅Allah menjawab :
“La Tahzan,..Innallaha Ma’ana... Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita:. (QS. At-Taubah :40)

8)- Ketika kita mengeluh :
“Ampun..susah banget ini kerjaan…
”✅Allah menjawab : “sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah:6-7).

Semoga semua yg kita lakukan pada hr ini bernilai ibadah...
Semoga hari-hari ini adalah hari yang penuh barokah buat kita. aamiin
Selalu ada hari baru utk saling memaafkan kesalahan yg telah berlalu, Selalu ada hari baru utk perbaikan.
Met berbaik sangka selalu. In Syaa Allah.

Selasa, 28 Juli 2015

Hawa Nafsu

Pengen diskusi sedikit mengenai hawa nafsu. Karena baru mengerti sekarang-sekarang ini.

NAFSU = NAFS = diri. Terkadang istilah 'nafs' merujuk pada pengertian diri secara fisik. Terkadang merujuk pada pengertian diri ruhani yaitu jiwa (ruh + hati).

Istilah nafs, tidak punya konotasi negatif. Karena Nafsu = diri.

yang dekat pada konotasi negatif itu adalah istilah HAWA.

karena HAWA = dorongan, atau kehendak.

HAWA NAFSU = dorongan atau kehendak dari dalam diri manusia itu sendiri.

DORONGAN/ DAYA dari dalam diri inilah yang harus diwaspadai.

========

pada mulanya, HAWA dari dalam NAFS, berguna untuk menjadi semacam pendorong agar manusia bergerak.

Misalnya, karena dorongan lapar, maka manusia bergerak mencari makan.

Karena dorongan marah, maka orang punya energi untuk berperang dan mempertahankan tanah air.

Karena dorongan cinta, seorang Ibu bisa bertahan dalam kesusahan untuk membesarkan anak-anaknya.

Tetapi, dorongan atau HAWA bisa membesar sampai pada taraf yang bukan lagi menjadi pemicu manusia bergerak melainkan menjadi lebih berkuasa dari MINDA manusia itu sendiri.

MINDA disetir oleh HAWA di dalam NAFS-nya

========

Yang menarik adalah, ternyata, kita bisa mengenali HAWA itu.

kalau kita "naik" dan memisahkan antara minda dan HAWA. maka kita bisa merasakan bahwa benar-benar kita terpisah antara MINDA yang mengamati, dan HAWA yang mendorong-dorong kita untuk berbuat sesuatu.

HAWA itu ternyata bisa dikenali dan bisa ditinggalkan. meskipun sulit, hehehe...

yang menarik lagi ternyata, kalau kita kenal diri, kenal MINDA yang mengamati, kenal HAWA di dalam diri, kita bisa kenal HAWA-nya orang lain.

Dorongan itu terasa sekali, ada yang dari dalam diri. Ada HAWA-nya orang lain.

semuanya berbentuk seperti sebuah dorongan yang mengaduk-aduk perasaan.

saya baru sadari itulah HAWA. kalau dari dalam, berarti hawa dari nafs kita sendiri. kalau dia terasa ada dorongan dari luar yang mau "intrude" mau menyusup masuk, berarti dia HAWA orang lain.

Berbeda dengan bisikan. Bisikan itu bermain pada wilayah bibit fikiran. Tetapi HAWA dia bukan berupa bisikan, dia bermainnya dalam wilayah DAYA atau DORONGAN dari dalam.

kalau bisikan, itu wilayahnya qarin. Dia mengacaukan minda. Tapi kalau ada daya, ada sebuah dorongan yang menggejolakkan perasaan kita, hampir pasti itu adalah hawa, bisa dari dalam diri (hawa nafsu) bisa dari luar diri. Hawa orang lain.

itu kesimpulan prematur saya. Monggo dilengkapi

Rabu, 08 Juli 2015

Tanda lailatul qodr

KTQS # 1054 (Ramadhan 13) ITIKAF: Berhenti Sejenak Mencari Kesejatian Diri TANDA-TANDA LAILATUL QADR [1] Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah saw bersabda yang artinya, ”Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim, Lihat Shohih Fiqh Sunnah II/149-150) [2] “Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)”. (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan) [3] Udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah Saw bersabda, “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan”. (HR. Ath Thoyalisi, Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqoh / terpercaya) Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Aku sangat senang jika memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan untuk bertahajud di malam hari dan giat ibadah pada malam-malam tersebut." Sufyan pun mengajak keluarga dan anak-anaknya untuk melaksanakan shalat jika mereka mampu. [Latho-if Al Ma’arif, hal. 331. Setiap orang akan berbeda, apa yg dirasakannya dan yg dialaminya, juga akan berbeda kebaikan dan berkah yg didapat dari lailatul qadar, tergantung kesungguhannya.  Semoga Allah memudahkan kita untuk meraih malam tersebut. Amin Yaa Mujibas Saailin. Salam !