Rabu, 29 Juli 2015

Jawaban Allah

"SEPELE, TAPI MARI BUKTIKAN KEBENARANNYA"

1)- Ketika kita mengeluh :
“Ah mana mungkin…. : .
”✅Allah menjawab :
“Jika AKU menghendaki, cukup Aku berkata“Jadi”, maka jadilah (QS. Yasin ; 82)

2)- Ketika kita mengeluh :
“Wah, letih sekali….
”✅Allah menjawab :
“…dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS.An- Naba :9)

3)- Ketika kita mengeluh :
“Berat sekali ya, gak sanggup rasanya…
”✅Allah menjawab :
“AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dgn kesanggupan.” (QS. Al-Baqarah : 286)

4)- Ketika kita mengeluh :
“Stress nich, bingung?!
” ✅Allah menjawab :
“Hanya dengan mengingatKu hati akan menjadi tenang”. (QS. Ar-Ra’d :28)

5)- Ketika kita mengeluh :
“Yah, ini mah bakal sia-sia..deh! ” ✅Allah menjawab :
”Siapa yg mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarahpun, niscaya ia akan melihat balasannya”. (QS. Al- Zalzalah :7)

6)- Ketika kita mengeluh :
“saya sendirian, gak ada seorgpun yang mau membantu…
”✅ Allah menjawab :
“Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin :60)

7)- Ketika kita mengeluh :
“Sedih sekali rasanya…
”✅Allah menjawab :
“La Tahzan,..Innallaha Ma’ana... Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita:. (QS. At-Taubah :40)

8)- Ketika kita mengeluh :
“Ampun..susah banget ini kerjaan…
”✅Allah menjawab : “sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah:6-7).

Semoga semua yg kita lakukan pada hr ini bernilai ibadah...
Semoga hari-hari ini adalah hari yang penuh barokah buat kita. aamiin
Selalu ada hari baru utk saling memaafkan kesalahan yg telah berlalu, Selalu ada hari baru utk perbaikan.
Met berbaik sangka selalu. In Syaa Allah.

Selasa, 28 Juli 2015

Hawa Nafsu

Pengen diskusi sedikit mengenai hawa nafsu. Karena baru mengerti sekarang-sekarang ini.

NAFSU = NAFS = diri. Terkadang istilah 'nafs' merujuk pada pengertian diri secara fisik. Terkadang merujuk pada pengertian diri ruhani yaitu jiwa (ruh + hati).

Istilah nafs, tidak punya konotasi negatif. Karena Nafsu = diri.

yang dekat pada konotasi negatif itu adalah istilah HAWA.

karena HAWA = dorongan, atau kehendak.

HAWA NAFSU = dorongan atau kehendak dari dalam diri manusia itu sendiri.

DORONGAN/ DAYA dari dalam diri inilah yang harus diwaspadai.

========

pada mulanya, HAWA dari dalam NAFS, berguna untuk menjadi semacam pendorong agar manusia bergerak.

Misalnya, karena dorongan lapar, maka manusia bergerak mencari makan.

Karena dorongan marah, maka orang punya energi untuk berperang dan mempertahankan tanah air.

Karena dorongan cinta, seorang Ibu bisa bertahan dalam kesusahan untuk membesarkan anak-anaknya.

Tetapi, dorongan atau HAWA bisa membesar sampai pada taraf yang bukan lagi menjadi pemicu manusia bergerak melainkan menjadi lebih berkuasa dari MINDA manusia itu sendiri.

MINDA disetir oleh HAWA di dalam NAFS-nya

========

Yang menarik adalah, ternyata, kita bisa mengenali HAWA itu.

kalau kita "naik" dan memisahkan antara minda dan HAWA. maka kita bisa merasakan bahwa benar-benar kita terpisah antara MINDA yang mengamati, dan HAWA yang mendorong-dorong kita untuk berbuat sesuatu.

HAWA itu ternyata bisa dikenali dan bisa ditinggalkan. meskipun sulit, hehehe...

yang menarik lagi ternyata, kalau kita kenal diri, kenal MINDA yang mengamati, kenal HAWA di dalam diri, kita bisa kenal HAWA-nya orang lain.

Dorongan itu terasa sekali, ada yang dari dalam diri. Ada HAWA-nya orang lain.

semuanya berbentuk seperti sebuah dorongan yang mengaduk-aduk perasaan.

saya baru sadari itulah HAWA. kalau dari dalam, berarti hawa dari nafs kita sendiri. kalau dia terasa ada dorongan dari luar yang mau "intrude" mau menyusup masuk, berarti dia HAWA orang lain.

Berbeda dengan bisikan. Bisikan itu bermain pada wilayah bibit fikiran. Tetapi HAWA dia bukan berupa bisikan, dia bermainnya dalam wilayah DAYA atau DORONGAN dari dalam.

kalau bisikan, itu wilayahnya qarin. Dia mengacaukan minda. Tapi kalau ada daya, ada sebuah dorongan yang menggejolakkan perasaan kita, hampir pasti itu adalah hawa, bisa dari dalam diri (hawa nafsu) bisa dari luar diri. Hawa orang lain.

itu kesimpulan prematur saya. Monggo dilengkapi

Rabu, 08 Juli 2015

Tanda lailatul qodr

KTQS # 1054 (Ramadhan 13) ITIKAF: Berhenti Sejenak Mencari Kesejatian Diri TANDA-TANDA LAILATUL QADR [1] Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah saw bersabda yang artinya, ”Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim, Lihat Shohih Fiqh Sunnah II/149-150) [2] “Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)”. (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan) [3] Udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah Saw bersabda, “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan”. (HR. Ath Thoyalisi, Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqoh / terpercaya) Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Aku sangat senang jika memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan untuk bertahajud di malam hari dan giat ibadah pada malam-malam tersebut." Sufyan pun mengajak keluarga dan anak-anaknya untuk melaksanakan shalat jika mereka mampu. [Latho-if Al Ma’arif, hal. 331. Setiap orang akan berbeda, apa yg dirasakannya dan yg dialaminya, juga akan berbeda kebaikan dan berkah yg didapat dari lailatul qadar, tergantung kesungguhannya.  Semoga Allah memudahkan kita untuk meraih malam tersebut. Amin Yaa Mujibas Saailin. Salam !

Rabu, 24 Juni 2015

Pikiran,Bisikan, Ilham

Saya sarikan dari syarahan "Hati Yang tenteram bhg 1"

Ada fikiran, ada ilham, ada bisikan syaitan

=========
BISIKAN

Kalau dari syaitan, berupa BISIKAN minda jadi berkocak, tidak tenang.

Kalau ada BISIKAN, jangan dilayani, karena itu adalah syaitan/ qarin membujuk pada kejahatan.

Orang bertakwa, bila diganggu oleh syaitan, langsung ingat Allah. Baca doa "Rabbi audzu bika min hamazatis sayatin....dst (almukminun : 97-98)"

===========
ILHAM LAIN DENGAN FIKIRAN

Ilham kalau turun, tak membuat minda berkocak.
Ilham kalau turun selalunya berilmu (membawa Ilmu)

Bila mendapat sesuatu, tengok, jika fikiran dia akan Membuat hati berkocak. Bila ilham, hati akan tetap tenang.

Mengikut syaikh Abdul Qadir, cek lagi dengan quran sunnah. Jika menyalahi syara' TOLAK.

Jika Allah ingin mengajarkan tentang sesuatu, Allah akan ULANG-ULANG ilham tersebut, sampai kita paham.kalau ilham, sepaham saya, tak pernah berupa bisikan. dia berupa kepahaman yang ujug-ujug datang secara cepat.

seperti Newton, yang tiba-tiba memahami gravitasi saat melihat apel yang jatuh. TIBA-TIBA langsung paham.

jadi bukan berupa suara "Hai Newton, ketahuilah bahwa ada gaya tarikan yang menyebabkan apel itu jatuh"

Kalau ada bisikan2 yang bermain di kepala kita, biasanya memang qarin.

Wallahualam

Sabtu, 20 Juni 2015

Perbanyak Sujud

Kisah : Seorang yang Mengambilkan Air Wudhu Rasulullah selama 7 Tahun!

Setan memiliki akses untuk mengganggu manusia dari 4 arah. Depan, belakang, kanan dan kiri. Dia tidak pernah bosan menganggu hidup manusia. Allah berfirman,

ثُمَّ لآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ ١٧

“Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”
(Al-A’raf 17)

Setan datang dengan berbagai strategi dan muslihat. Ketika hati manusia mulai sempit dan gelisah, problem semakin banyak, disinilah setan mulai memainkan perannya. Saat hati kita semakin gelap, hanya ada dua arah untuk berlepas diri dari gangguannya. Hanya ada jalan atas dan bawah yang tidak bisa dijangkau setan.

Solusinya hanyalah menghadap keatas dengan munajat dan doa serta tunduk sujud kebawah dengan penuh kekhusyu’an. Karena posisi terdekat seorang hamba adalah ketika dia bersujud.

وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ١٩

“Dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).”
(Al-Alaq 19)

Ada seorang pembantu Rasulullah saw yang bernama Rabi’ah bin Ka’ab. Selama 7 tahun dia selalu mengambilkan air wudhu’ untuk beliau. Dia pernah berkisah,

Suatu hari, Rasulullah saw berkata kepadaku., “Wahai Robi’ah, engkau telah berkhidmat kepadaku selama 7 tahun. Tidakkah engkau ingin meminta sesuatu dariku?”

Aku menjawab, “Wahai Rasulullah, berilah aku waktu untuk berpikir.”

Keesokan harinya, ketika aku masuk ke rumah Rasulullah, beliau berkata, “Wahai Robi’ah, sebutkan permintaanmu!”

Kemudian aku berkata, “Mintalah kepada Allah agar memasukkan aku kedalam surga bersamamu.”

Rasul bertanya, “Siapa yang mengajarimu?”

Aku menjawab, “Wahai Rasulullah, tidak ada seorang pun yang mengajariku. Tapi aku berpikir, jika aku meminta harta maka harta itu akan habis. Jika aku meminta umur yang panjang dan meminta banyak anak maka akhir dari semua itu adalah kematian.”

Kemudian Rasulullah menundukkan kepalanya sesaat dan bersabda, “Aku akan melakukan apa yang kau minta, (tapi) bantulah aku (untuk mewujudkan keinginanmu ini) dengan banyak bersujud.”

Imam Ja’far As-Shodiq pernah mengkisahkan,

Ada seorang yang datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, dosaku terlalu banyak dan amalku begitu sedikit.”

Rasulullah menjawab, “Perbanyaklah sujud, karena itu dapat menggugurkan dosa seperti angin menggugurkan daun di pepohonan.”

Semoga Allah memberi kita taufik untuk banyak bersujud dan menjadi teman Rasulullah saw di surga kelak.

Wallohu a'lam....

Rabu, 10 Juni 2015

Pemaaf dan pemarah

🎓☕   Dipagi hari . . Nyerumput Kopi Solo dan Merenung Sejenak Sambil Nunggu Undangan Mantu Jokowi ... 🌼KEUTAMAAN MENAHAN MARAH🌼

1⃣. Tanda ketaqwaan dan dicintai Allah.

🔅 "Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang... (QS. Ali Imran : 134)

2⃣. Meninggikan derajat

"... tidaklah Allah menambahkan sifat pemaaf kepada seorang hamba kecuali akan menjadikannya mulia, dan tidaklah seorang hamba rendah hati karena Allah melainkan Allah akan tinggikan derajatnya,”  (HR. Muslim)

3⃣. Dipuji dan dibanggakan oleh Allah.

🔅"Barangsiapa yang menahan amarahnya sedangkan ia mampu untuk melampiaskannya, Allah akan menyebut dan memujinya pada hari kiamat  di hadapan seluruh makhluk." ( HR. Tirmidzi)

4⃣.  Tanda pribadi yang tangguh.

🔅 "Bukanlah orang yang kuat itu yang pandai bergulat, akan tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan jiwanya ketika marah." (Mutafaq 'alaih)

5⃣. Menjauhkan dari murka Allah.

🔅Abdullah bin Amr berkata : “Wahai Rasulullah, amalan apa yang dapat menjauhkan aku dari murka Allah?” Beliau menjawab: “Jangan marah!” (HR. Ahmad)

6⃣. Termasuk amal utama yang diwasiatkan Rasulullah

🔅"Janganlah kamu marah.” Beliau mengulanginya berkali-kali. ( HR. Ahmad)

7⃣.  Masuk Syurga.

🔅“Jangan marah, dan bagimu surga,” (HR. Thabrani)

8⃣. Jaminan iman dan keamanan.

🔅 "Tidaklah seorang hamba menahan kemarahan karena Allah, kecuali Allah akan memenuhi baginya keamanan dan keimanan.” (HR. Abu Dawud)

9⃣. Menyelamatkan dari adzab Allah.

🔅"Barangsiapa yang menahan amarahnya, maka Allah mencegah siksaan darinya..." ( HR. Abu Ya'la)

Semoga bermanfaat. ☑

Kamis, 14 Mei 2015

SI iqro bismirobbika

[14/5 15:42] ‪+62 813-1748-0846‬: Kenyataan bahwa Allah SWT Maha Pengampun haruslah tergelar, karena itulah Allah zahirkan para pendosa di atas muka bumi ini, yang kemudian mereka bertaubat dan Allah ampuni.

“Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya kalian tidak pernah berbuat dosa, niscaya Allah akan mengganti kalian dengan mendatangkan suatu kaum yang kemudian kaum tersebut berbuat dosa, kemudian mereka meminta ampun kepada Allah, dan Allah akan mengampuni mereka” (HR. Muslim).

Kenyataan bahwa Allah Maha Menghidupkan dan Mematikan mestilah tergelar, itu sebab Allah zahirkan kejadian yang seolah-olah causal; Drama kematian dan kehidupan. Ada bayi-bayi menangis di rumah sakit, ada pula tragedi, perang, kecelakaan, kematian.

Kenyataan bahwa Allah SWT Maha Memberikan Rezeki haruslah tergelar, itulah mengapa Allah zahirkan gedung-gedung menjulang, pabrik-pabrik, orang-orang miskin yang memenuhi perempatan lampu merah, mobil-mobil yang berhenti sejenak dan membuka kaca memberikan receh pada pengemis, induk burung-burung yang terbang bolak-balik membawa cacing untuk dimakan anaknya, atau seekor kijang yang tewas berdarah-darah diterkam harimau yang mengajari anaknya berburu.
[14/5 15:42] ‪+62 813-1748-0846‬: Setiap kejadian hidup, merupakan cara Allah menzahirkan makna-makna yang dimiliki sifatNya.

Rasa-rasanya tidak ada, sebuah kejadian apapun yang tidak berkaitan dengan potensi namaNya.

Sebuah makna akan tetap abstrak sampai terzahir menjadi sesuatu yang bisa disaksikan. Ada yang ingin Allah sampaikan dari setiap kejadian.

Maka semakin hari, semakin yakin juga. Bahwa mereduksi konteks besar kehidupan yang merupakan penzahiran diriNya, menjadi tentang 'kita'; adalah sangat tidak masuk akal.

Setiap hari adalah pagelaran asmaNya. AsmaNya mewakili sifat. Sifatnya menceritakan tentang Yang Punya Sifat. Yang Punya Sifat tak akan pernah tergapai. Tapi demonstrasi kedigdayaannya tergelar-gelar berbilliun tahun.
[14/5 15:42] ‪+62 813-1748-0846‬: Mungkin itulah, setiap kali kita ingin mereduksi konteks kehidupan menjadi tentang kita, setiap itu pula kita 'wujud' dan siap-siap menahan duka lara.

Karena konteks kehidupan memang terlalu besar dan digdaya. Kita memang harus 'hilang' dan 'membiarkan' kehidupan ini sebagai penzahiran diriNya saja.

Inilah -Mungkin- sebuah kelebihan yang Allah ajarkan kepada Adam AS. Tak diajarkan pada malaikat, tak juga pada Iblis. Yaitu pengertian tentang nama-namaNya.

Sesuatu yang turun temurun dititahkan pada manusia, menjalankan peranan sekaligus memaknai setiap peran dan membaca setiap jenak hidup dengan nama Rabb yang menciptakan.

IQRO BI ISMI ROBBI